Jadwal kegiatan CCIJ

  • 14-15 Mei 2016, Temu Kangen CITROEN 2016
Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi

CCIJ Sdr Angga 0856-1050193
CCB Sdr Bagdja 0858-46892302
CCIBogor Sdr Deddy 0856-8572362
CCIY Sdr Arief 0813-28708902
CCIS Sdr Yanuar 0856-40647183
CCIJatim Sdr Daniel 0816-15625631
CCIBali Sdr Kemal 0815-86599725
 
Mesin OHV dan OHC


Mengupas dan membahas tentang teknik otomotif pada sebagian orang dapat menjadi keasyikan tersendiri, yang tampaknya baik untuk mengasah dan menambah wawasan dan mungkin juga dapat menghilangkan stress dari kegiatan rutin sehari-hari. Maka walaupun imel saya membosankan, saya beranikan diri saja untuk mengisi milis ini dengan hal-hal kecil yang mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Saat mesin bekerja (hidup?) terjadi putaran dan gerakan bagian2 mesin yang terjadi secara seharmonis mungkin sesuai dengan keinginan para perancang teknisnya. Arus dari aki di konversi oleh koil masuk ke busi, busi memercikkan api, disambar bensin dan oksigen yang datang bersama bensin maupun lewat klep/valve/katup, terjadi ledakan, piston tertendang, kembali lagi keatas akibat sentrfugal kruk as, ledakan lagi, tertendang lagi, begitu terus kruk as berputar, kemudian dihubungkan dengan system diferensial girboks, putaran mesin selanjutnya di transfer ke kopel dan gardan, memutar roda dan mobil akhirnya bergerak. Brum brum brumů.hehehe

Bila dilihat lagi, salah satu kerja harmonis sistem2 pada mesin misalnya pada sistem memasok udara dan mengeluarkan udara yang ada di ruang pembakaran. Bagaimana udara dapat masuk keluar pada saat yang tepat sehingga dapat mensuport terjadinya ledakan (supaya mesin hidup sempurna datang/masuknya udara (+oksigen) dan juga keluarnya udara (+CO dsb) sisa ledakan harus dalam timing yang tepat!, luar biasa). Maka untuk ini diperlukan sistem klep/valve/katup yang mengatur masuk dan keluarnya udara. Pada mesin dikenal ada klep masuk (untuk masuknya udara) dan klep buang (untuk keluarnya udara sisa pembakaran). Klep bekerja dengan sistem buka tutup dengan timing yang tepat. Buka tutup klep ini diatur seirama putaran mesin (sedemikian rupa, misalnya tepat pada saat lompatan api dari busi terjadi, saat itu harus ada bensin dan oksigen yang masuk dst). Berdasarkan pengaturan kerja klep mesin dapat dibedakan menjadi mesin OHV (Over Head Valve) dan OHC (Over Head Camshaft). Pada mesin OHV (untuk citroen misalnya Citroen 2CV group, dan CX, Toyota misalnya Corona2000, motor misalnya motor "tua" BSA, Norton, atau Honda CG) kerja klep dilakukan oleh dorongan teratur dari batang logam (disebut push rod), yang iramanya diatur oleh camshaft (noken as) yang terletak disisi atau dibawah ruang bakar. Putaran noken as terjadi karena hubungannya melalui gigi/gear dengan kruk as. Pada mesin OHC (untuk Citroen misalnya GS, BX dan tentunya citroen2 jenis moderen lainnya, Toyota misalnya Corona Mark II dan toyota moderen lainnya, motor misalnya Honda CB, GL dan motor 4 tak moderen lainnya) irama buka tutup klep diatur oleh putaran camshaft yang diletakkan diatas ruang bakar (maka disebut over head camshaft). Masalahnya bagaimana camshaft di atas ruang bakar ini berputar seirama putaran kruk as yang ada di bawah ruang bakar? Kalo pada OHV camshaft dan kruk as dihubungkan dengan gear, maka pada OHC perbedaan lokasi yang jauh menyebabkan keduanya dihubungkan dengan sesuatu yang panjang, yaitu rantai (chain) misal pada toyota corolla 73an, kijang 78an, Mark II atau dengan timing belt (misal pada GS, BX dan banyak mobil lainnya). OHC ternyata lebih menjamin perputaran mesin yang lebih tinggi, sehingga mobil dengan mesin OHC lebih "responsif" dan memiliki akselerasi yang relatif lebih cepat daripada mobil dengan mesin OHV. Disamping itu suara mesin yang dihasilkan juga relatif lebih "halus" (karena tidak ada suara "ketukan" batang besi kepada klep).

Di masa kini sistem OHV mulai ditinggalkan dan tampaknya semua mesin dikembangkan berdasarkan sistem OHC. SOHC (S=single) memiliki satu camshaft untuk menggerakkan buka tutupnya klep masuk maupun klep buang, dan pengembangan kemudian yaitu DOHC (D=double) menggunakan dua buah camshaft, satu untuk pengaturan klep masuk dan satu untuk pengaturan klep buang. Lebih jauh dilakukan lagi misalnya modifikasi dari klep/valve nya itu sendiri, kalo yang biasa setelan kerenggangan klep distel secara manual (memutar baut dsb) maka ada pula sistem klep yang tanpa stel2 lagi karena pakai sistem hidrolik (misal BMW 318 dan mobil2 masa kini). Teknologi lebih maju pada mesin OHC misalnya dipelopori oleh Honda dengan aplikasi VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) pada mesin DOHCnya. Ide VTEC adalah setiap putaran mesin memiliki perbedaan aliran udara, bila diatur bisa mendapatkan performa mesin yang lebih baik, pada rpm rendah maupun tinggi. Teknologi ini kemudian diikuti oleh merek2 lain.

OK deh diakhiri segini dulu yah supaya tidak menjemukan..hehehe...

submit by Yonni

Other Reviews :